Jumat, 15 September 2017

Hati Butuh Nutrisi

Sebagaimana jasad, hati juga butuh nutrisi. Bila jasad diberi makan, maka tubuh akan menjadi kuat. Begitu pula hati, bila diberi makan akan membuat hati tersebut menjadi hidup dan hidupnya hati membuat pemiliknya berbahagia hidup di dunia dan akhirat.

Sebaliknya, jasad yang tidak diberi makan lama kelamaan akan sakit dan mati. Hati juga demikian bila tidak diberi makan akan sakit bahkan mati. Seorang ulama pernah berkata "mengherankan manusia itu, mereka menangisi orang yang mati jasadnya namun tidak menangisi orang yang mati hatinya. Padahal kematian hati itu lebih berat".

Diantara nutrisi hati:
1. Berdzikir kepada Allah
Salah satu amalannya yg ringan di lisan berat ditimbangan. Allah azza wa jalla berfirman
فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ
“Maka ingatlah kepadaKu, niscaya Aku ingat kepadamu.” (Al-Baqarah : 152)

أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
_“Ketahuilah hanya dengan dzikrullah hati menjadi tenang.”_ (Ar-Ra’du : 28)

2. Membaca Quran
Allah azza wa jalla berfirman
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ
_“Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi penawar (obat bagi hati) dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.”_ (Al-Isra : 82)

3. Bermajelis Ilmu
Dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ

“Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah membaca Kitabullah dan saling mengajarkan satu dan lainnya melainkan akan turun kepada mereka sakinah (ketenangan), akan dinaungi rahmat, akan dikeliling para malaikat dan Allah akan menyebut-nyebut mereka di sisi makhluk yang dimuliakan di sisi-Nya.” (HR. Muslim, no. 2699)