Jumat, 13 Maret 2015

I don't celebrate b'day

1     sikap yang islami dalam menghadapi hari ulang tahun adalah: tidak merayakannya, tidak mengadakan perayaan khusus, biasa-biasa saja dan menghindari perayaan semacam itu. Mensyukuri nikamat Allah berupa kesehatan, kehidupan, usia yang panjang, sepatutnya dilakukan setiap saat bukan setiap tahun. Dan tidak perlu dilakukan dengan ritual atau acara khusus. Allah maha mengetahui yang Nampak dan yang tersembunyi di dalam dada. Demikian juga refleksi diri, mengoreksi apa yang kurang dan apa yang perlu ditingkatkan dari diri kita selayaknya menjadi renungan harian setiap muslim, bukan renungan tahunan. Islam sudah mempunyai Hari Raya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalam bersabda, “setiap kaum memiliki Ied, dan Iedul Fitri adalah Ied kita (kaum muslimin)” (HR. Bukhari-Muslim)

 jika kita mengadakan hari perayaan ulang tahun yang tidak termasuk dalam hari raya yang telah disebutkan, maka Ied milik kaum manakah yang kita rayakan tersebut?
Yang pasti bukan milik kaum muslimin. Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalam bersabda “orang yang meniru suatu kaum, ia seolah adalah bagian dari kaum tersebut” (HR. Abu Dawud, dishahihkan oleh Ibnu Hibban)

By @hijiabsyarie

“Muda Foya-Foya Mati Masuk Surga”











Kesalahan-kesalahan anak Muda Masa Kini.

Yang diantaranya adalah:

1.       Syahwat

2.       Malas/menunggu hidayah datang

3.       Menunda taubat

4.       Mengikuti kebanyakan manusia, meskipun buruk perbuatan mereka


Dunia jadi Tujuan, sedang akhirat jadi bahan gurauan!


Muda foya-foya, Mati masuk surga, apakah semudah itu?


Allah berfirman, “..maka apakah kamu mengira bahwa Kami menciptakan kamu main2 (tanpa ada maksud) dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?” [QS. Al-Mu’minun:115]


Mengutip perkataan ustadz, “seseorang bisa masuk surga memank karena rahmat dari Allah subhanahu wa ta’aala. Salah satu dari rahmatNya adalah berupa hidayah. Dan Hidayah didapat bukan dengan cara berdiam diri menunggu kedatangan, melainkan dengan menjemputya dan mendalami ilmu syar’i.”


Dan pesan beliau hafidzahullah mengutip hadist: “hendaknya anak muda menyipan dunia digenggaman tangan saja dan jangan sampai tersimpan di hati”


“periharalah Islam di waktu sehat dan selamat-mu, supaya kamu mati dalam keadaan Islam. Karena sesungguhnya orang yang mulia itu melaksanakan kebiasaan dengan kemuliannya itu. Sesungguhnya barang siapa hidup di atas sesuatu, maka ia akan mati diatas sesuatu itu; dan barang siapa mati di atas sesuatu, maka ia akan dibangkitkan di atas sesuatu itu.”


Allah berfirman, “hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah sebenar-benar taqwa kepada-Nya; dan jangan sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan ber-Agama Islam.” [QS. Ali Imran:120]


Semoga kita termasuk orang-orang yang bisa menggunakan masa muda karena Allah, sehingga dapat menjawab dengan baik ketika Allah meminta pertanggung-jawaban atas masa muda kita.

Karena salah satu dari tujuh golongan yang dinaungi Allah di hari kiamat yang tiada tempat berteduh selain kepada-Nya adalah: pemuda yang tumbuh dengan ibadah kepada Allah (selalu beribadah) [HR. Bukhari]


Oleh: Ustadz Nurul Dzikri, Lc. By @kajianislam

Kamis, 12 Maret 2015

Disitu Sering Saya Merasa Sedih




ketika mata ini lebih sering tergunakan untuk melihat yang haram daripada merenung-mentafakkuri kebesaran-Nya. Disitu, sering saya merasa sedih.

Ketika telinga ini lebih banyak mendengar musik dari pada lantunan ayat Al-Quran, ghibah daripada sirah, dan curhatan gadis daripada hadist. Disitu, sering saya merasa sedih.

Ketika mulut ini lebih banyak berkata tak baik daripada yang baik, lebih sering memvonis-fitnah daripada ceramah-dakwah. Disitu, sering saya merasa sedih.

Ketika tangan ini lebih lincah melakukan maksiat, tetapi teramat kaku dalam memerangi kezhaliman. Disitu, sering saya merasa sedih.

Ketika kaki ini lebih cepat melangkah ketempat hiburan, tetapi lambat bahkan berat saat dilangkahkan menuju Masjid untuk shalat. Disitu, sering saya merasa sedih.

ketika hati ini lebih sering bernagan-angan tentang kemegahan dunia, daripada bersyukur atas apa yang telah ada. Disitu, sering saya merasa sedih.

Ketika persangkaan orang lain terhadap diri ini terlampaui baik daripada siapa diri ini sebenarnya. Disitu, sering saya merasa sedih

Ketika hati ini merasa besar saat dipuji orang lain, ujub dan berbangga diri; terlupa bahwasanya semua adalah kehendak Allah. Disitu, sering saya merasa sedih.

Ketika mengaku ummat Nabi, mengaku cinta Nabi, tetapi diri ini kepayahan dalam elaksanakan sunnahnya. Disitu, sering saya merasa sedih.

Ketika berkata, “aku selalu berbaik sangka kepada Allah” tetapi sering merasa tak terima saat kehendak-Nya tak sesuai rencana. Disitu, sering saya merasa sedih.

Ketika suatu waktu, harta lebih kupentingkan daripada Allah dan Rasul-Nya. Disitu, sering saya merasa sedih.

Ketika teringat, bahwa banyak nikmat-Nya ku dustakan, daripada aku syukuri. Disitu, sering saya merasa sedih.

#kajianislam #nasihat #nikmat #syukur #DiSituKadangSayaMerasaSedih By @hijabsyarie

Rabu, 11 Maret 2015

Ketahuilah Tulisanmu akan Ditimbang di Akhirat Kelak




      Ketahuilah  tulisanmu akan ditimbang ke akhirat kelak. Adakah kau akan berbahagia tatkala engkau melihat tulisan itu nanti.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.. Bismillah

Di antara tanda-tanda kiamat yang disebutkan dalam hadist-hadist Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam adalah: pena itu akan tersebar, kalau dulu orang mau nulis itu susah, bahkan dahulu kita lihat anak-anak muda mereka kalau menulis itu di tembok-tembok mereka mencurahkan isi hatinya di tembok-tembok.

Ingatlah dengan tersebarnya tulisan-tulisan ini semua dapat menulis dengan HP nya, dengan tabletnya, dia menulis sekehendak hatinya tapi tatkala kita hendak menulis ketahuilah bahwa tulisan kita itu akan ditimbang kelak dihari kiamat, kita akan mendapatkan apa yang kita tulis,

Di catatan kita,
Di rapot kita..
Di buku kita..
Di padang mashar nanti

Maka berusahalah untuk menulis yang bermanfaat..
Yang engkau akan berbahagia tatkala engkau melihat tulisan itu..

Tatkala engkau ingin berkomentar…
Mau kasih coment di jejaring social dan dimanapun sebelum menulis yang akan dibaca oleh orang banyak dan dicatat oleh malaikat Allah subhanahu wa ta’ala bertanyalah kira-kira tulisan ini ada manfaatnya enggak…?
Akan tetapi kalau tidak urungkan niatmu,

Ketika kita masuk ke jejaring social seperti  facebook, twitter, kita mendapat tulisan-tulisan yang baik, jadilah engkau yang memindahkan kebaikan itu kepada orang lain, jangan biarkan kebaikan itu berhenti, di facebookmu atau di twittermu jangan.. akan tetapi berusahalah untuk mengirimkannya ke teman-temanmu karena itu termasuk dakwah kita,

Yang selanjutnya jangan mudah menebarkan broadcast, kadang kala kita dapat kiriman, seperti berita informasi dari teman kita, yang kita tidak tahu kebenarannya banyak orang yang langsung sebarkan kepada orang lain, kalo bisa jangan karena kenapa, bisa jadi kita yang termasuk menyebarkan kebohongan.

Allahu a’lam
Semoga bermanfaat
Tausiyah ust. Dr. Syafiq Reza Basalamah MA
Sumber ILM Production