1 sikap yang islami dalam menghadapi
hari ulang tahun adalah: tidak merayakannya, tidak mengadakan perayaan khusus,
biasa-biasa saja dan menghindari perayaan semacam itu. Mensyukuri nikamat Allah
berupa kesehatan, kehidupan, usia yang panjang, sepatutnya dilakukan setiap
saat bukan setiap tahun. Dan tidak perlu dilakukan dengan ritual atau acara
khusus. Allah maha mengetahui yang Nampak dan yang tersembunyi di dalam dada.
Demikian juga refleksi diri, mengoreksi apa yang kurang dan apa yang perlu
ditingkatkan dari diri kita selayaknya menjadi renungan harian setiap muslim,
bukan renungan tahunan. Islam sudah mempunyai Hari Raya, Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasalam bersabda, “setiap kaum memiliki Ied, dan Iedul Fitri adalah Ied
kita (kaum muslimin)” (HR. Bukhari-Muslim)
jika kita mengadakan hari perayaan
ulang tahun yang tidak termasuk dalam hari raya yang telah disebutkan, maka Ied
milik kaum manakah yang kita rayakan tersebut?
Yang pasti bukan milik kaum muslimin. Padahal Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasalam bersabda “orang yang meniru suatu kaum, ia seolah adalah bagian
dari kaum tersebut” (HR. Abu Dawud, dishahihkan oleh Ibnu Hibban)
By @hijiabsyarie

Tidak ada komentar:
Posting Komentar