ketika mata ini lebih sering tergunakan untuk
melihat yang haram daripada merenung-mentafakkuri kebesaran-Nya. Disitu, sering
saya merasa sedih.
Ketika telinga ini lebih banyak mendengar musik
dari pada lantunan ayat Al-Quran, ghibah daripada sirah, dan curhatan gadis
daripada hadist. Disitu, sering saya merasa sedih.
Ketika mulut ini lebih banyak
berkata tak baik daripada yang baik, lebih sering memvonis-fitnah daripada
ceramah-dakwah. Disitu, sering saya merasa sedih.
Ketika tangan ini lebih lincah
melakukan maksiat, tetapi teramat kaku dalam memerangi kezhaliman. Disitu,
sering saya merasa sedih.
Ketika kaki ini lebih cepat
melangkah ketempat hiburan, tetapi lambat bahkan berat saat dilangkahkan menuju
Masjid untuk shalat. Disitu, sering saya merasa sedih.
ketika hati ini lebih sering
bernagan-angan tentang kemegahan dunia, daripada bersyukur atas apa yang telah
ada. Disitu, sering saya merasa sedih.
Ketika persangkaan orang lain
terhadap diri ini terlampaui baik daripada siapa diri ini sebenarnya. Disitu,
sering saya merasa sedih
Ketika hati ini merasa besar saat
dipuji orang lain, ujub dan berbangga diri; terlupa bahwasanya semua adalah
kehendak Allah. Disitu, sering saya merasa sedih.
Ketika mengaku ummat Nabi, mengaku
cinta Nabi, tetapi diri ini kepayahan dalam elaksanakan sunnahnya. Disitu,
sering saya merasa sedih.
Ketika berkata, “aku selalu berbaik
sangka kepada Allah” tetapi sering merasa tak terima saat kehendak-Nya tak
sesuai rencana. Disitu, sering saya merasa sedih.
Ketika suatu waktu, harta lebih
kupentingkan daripada Allah dan Rasul-Nya. Disitu, sering saya merasa sedih.
Ketika teringat, bahwa banyak
nikmat-Nya ku dustakan, daripada aku syukuri. Disitu, sering saya merasa sedih.
#kajianislam #nasihat #nikmat #syukur
#DiSituKadangSayaMerasaSedih By @hijabsyarie

Tidak ada komentar:
Posting Komentar