Rabu, 29 Juli 2015
Hidayah itu Umpama Cahaya Mentari
Hidayah itu umpama cahaya mentari
ia hanya akan menyapa jendela yang terbuka
maka Bukalah Jendela Hatimu agar hidayah Allah dapat menyapa mu
"Tok.. tok.. tok.. assalamualaikum"
"Walaikumsalam.. masyaAllah.. cantik2 sekali.. ahlan wa sahlan.."
Hari itu aku berasa kedatangan tamu dari kayangan. Bagaimana tidak, teman teman seperjuanganku dulu kini penampilannya berubah bak bidadari. mereka kini tengah mengenakan pakaian dan hijab sesuai syari. Alhamdulilah hati siapa yg tak senang memiliki sahabat sahabat yg telah berhijrah. Mulai dari baju gamisnya, jilbab yg menutupi dada, sampai sepatu ket nya yg tak pernah lepas. Hehe..
Lama tak berjumpa, satu persatu pertanyaan pun terlontar dari mulut mereka. Mulai dari meminta pendapat atas hiruk pikuk beban hidup, sampai bertanya tentang kewajiban seorang muslimah. Yah.. semoga dengan sedikit ilmu pengetahuanku bisa menambah wawasan kalian dan semoga saran2 dari ku bisa kalian jalankan dengan sabar dan ikhlas. terimakasih sudah mau berkunjung kerumah ku dan sudah berkorban keliling2 nyari alamat rumah ku yang njelimet di saat teriknya sinar matahari sedang memuncak. Jazzakumullah khoiran katsiran
"Hai nabi-nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbab (baju labuh dan longgar) yang demikian itu supaya mereka mudah dikenali. Lantaran itu mereka tidak diganggu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS: Al Ahzab : 59)
Alhamdulillah, kesadaran memakai jilbab telah mulai tumbuh di kebanyakan wanita muslimah. Memakai jilbab sudah bukan merupakan barang aneh atau terlarang. Namun, seiring dengan perkembangan zaman dan terbukanya era globalisasi, banyak sekali dari wanita muslim yang ingin berpakaian syar’i, mereka ingin memakai jilbab, tapi mereka juga ingin tampil modis dan cantik. Mereka memakai jilbab karena mengikuti trend atau agar terlihat “Islami”, terlihat lebih anggun dan cantik, atau hanya ikut-ikutan saja. Maka mereka pun lebih mementingkan faktor keindahannya, keanggunan dan gaya, tanpa memperdulikan sudah benar belum jilbab yang digunakan?
Tak pelak, kita dapatkan seorang wanita muslim mengenakan kerudung yang menutupi kepala dan rambutnya, namun berpakaian tipis dan transparan, atau ketat sehingga menampakkan lekuk tubuhnya. Contohnya, kepala dibalut kerudung/jilbab, tapi berbaju atau berkaos ketat, bercelana jeans atau legging yang mencetak lekuk tubuhnya.
Fenomena inilah yang mulai menjamur dan membingungkan kebanyakan orang awam, sebagian mereka berkomentar “MASIH MENDING PAKAI JILBAB GAUL DARIPADA GAK PAKE SAMA SEKALI!!” Yang lain berkomentar, “LHO, INI KAN MASIH DALAM TAHAP BELAJAR?!”, “YANG UDAH PAKE JILBAB DIKOMENTARIN TERUS, TAPI GIMANA SAMA WANITA YANG PAKE BIKINI? KOK GAK DIKOMENTARIN?” Dan komentar lainnya yang terkesan benar, tapi sejatinya sangat-sangat jauh dari kebenaran. Karena seorang muslim dituntut untuk menjalankan agama secara kaffah (total dan sempurna).
Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: (yang pertama adalah) Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan (yang kedua adalah) para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berpaling dari ketaatan dan mengajak lainnya untuk mengikuti mereka, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” [HR. Muslim, no. 2128]
dari Jabir bin 'Abdullah, ia berkisah "aku pernah menghadiri shala 'Ied bersama Rasulullah. Beliau mengerjakan shalat sebelum berkhutbah, tanpa adzan dan iqamat. Sesudah itu, beliau berdiri dengan bersandar kepada Bilal. Beliau berwasiat agar kaum muslimin bertakwa kepada Allah dan menaati-Nya. Beliau juga menasehati dan memberi peringatan kepada mereka. Kemudian, beliau berjalan hingga tiba dihadapan kaum wanita. Beliau menasehati dan memberi peringatan kepada mereka: 'bersedekahlah kalian, hai kaum wanita, karena sebagian besar dari kaum wanita akan menjadi kayu bakar bagi neraka jahanam'.
Sahabat.. jangan kau gadaikan prinsipmu hanya demi lembaran rupiah. karena auratmu adalah maruah. ladang rezeki masih melimpah, penolakan atas pakaian mu yang sesuai syariah adalah bagian dari cara Allah menguji niat istiqomah. keep istiqomah!
"Wahai anak cucu adam! Sesungguhnya Kami telah menyediakan pakaian untuk menutupi auratmu dan untuk perhiasan bagimu. Tetapi pakaian takwa, itulah yang lebih baik. Demikian sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka ingat." (QS. Al-A'raf[7]: 26)
"Ketika kita sudah berada di jalur menuju Allah, maka berlarilah. Jika itu sulit bagimu, maka berlari kecillah. Jika kamu lelah, berjalanlah. Dan jika itu pun tak bisa, merangkaklah. Namun jangan pernah berbalik arag atau berhenti" (imam Syafi'i)
Siapapun kita dimasa lalu... bukan berarti kita tidak berhak menjadi muslimah yang baik...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar