Alhamdulillah .. Ahlan Wa Sahlan Baby Saffa. dirimu yg telah dinanti akhirnya telah datang ke dunia. Elisia Nur Saffa :) keponakan pertama aku. lahir tgl 23 desember jam 06.30.
"teng..tong..tong..teng teng..tong..tong..teng" suara hp ku berdering saat aku sedang terlelap, ku raba ponsel ku dan kulihat tdk ada yg nelp, hanya suara saja. jam menunjukan pukul 00.30. "ah hanya halusinasi pikir ku tidur lg ah".
gak lama hp suami ku bunyi "tuurrtt... tuuurrrttt..." ,
"wah mamak nelp mas !"
"haloo assalamualaikum"
"walaikumsalam ki ada mobil mu kah?"
"gak ada mak, keluar semua kenapa mak?"
"mbak pipit mau melahirkan!"
"haduh gk ada mobil kykmana mak telp taksi aja"
"yasudah.. tut..tut..tut"
ternyata yg pertama td nelp yg ku lihat hp suamiku, pantes kok suaranya aj gk ada namanya mau di angkat. hehe maklum hp kita sama'an. alhamdulillah.. dengan gesit taksi bisa jemput mba pipit ke RSPB. dan baru melahirkan jam 06.30 pagi. aku langsung meluncurr ke RSPB. dede lg mimi lucu bgt. tak sabar jg rasanya aku ingin segera punya baby. tapi apa daya Allah blm memberikan ku rizki. tugasku tetap terus berdoa dan berusaha agar Allah mempercayaiku menitipkan seorang anak pada ku.
teringat tentang kisah nabi Zakaria yg diabadikan dalam QS. Maryam : 1-11.
Nabi Zakaria adalah seorang tua dan rambutnya sudah dikelilingi uban. Ia merasa bahwa tidak lama lagi hidupnya akan berakhir dan istrinya, bibi Maryam, adalah seseorang wanita tua sepertinya yang belum melahirkan seseorang pun dalam hidupnya karena ia wanita yang mandul. Nabi Zakaria menginginkan agar ia mendapatkan seorang anak laki-laki yang akan mewarisi ilmunya dan akan menjadi nabi yang dapat membimbing kaumnya dan berdakwah kepada mereka untuk mengikuti Kitab Allah SWT.
Zakaria tidak menyampaikan keinginan ini kepada seseorang pun, bahkan kepada istrinya, tetapi Allah SWT mengetahuinya sebelum pikiran itu disampaikan. Pada pagi itu Zakaria menemui Maryam di mihrabnya, lalu ia mendapati buah-buahan yang sebenarnya sudah tidak musim. Zakaria bertanya kepada Maryam:
"Zakaria berkata: "Hai Maryam dari mana kamu memperoleh (makanan) ini?" Maryam menjawab: "Makanan itu dari sisi Allah." Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab. Di sanalah Zakaria berdoa kepada Tuhannya."(QS. Ali 'Imran: 37-38)
Zakaria berkata pada dirinya Maha Suci Allah SWT dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Lalu kerinduan mulai menyelimuti hatinya dan ia mulai menginginkan keturunan. Nabi Zakaria berdoa kepada Tuhannya:
"(Yang dibacakan ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhan kamu kepada hamba-Nya Zakaria, yaitu tatkala ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut. Ia berkata: 'Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engka u, ya Tuhanku. Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku sepeningalku, sedang istriku adalah seseorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putra, yang akmi mewarisi aku dan mewarisi sebagian keluarga Yakub; dan jadikanlah ia, ya Tuhanku, seorangyang diridahi. " (QS. Maryam: 2-6)
Nabi Zakaria meminta kepada Penciptanya tanpa mengangkat suara keras-keras agar Dia memberinya seorang lelaki yang mewarisi kenabian dan hikmah serta keutamaan dan ilmu. Nabi Zakaria khawatir kaumnya akan tersesat setelahnya di mana tidak ada seorang nabi setelahnya. Allah SWT mengkabulkan doa Zakaria. Belum lama Nabi Zakaria berdoa kepada Allah SWT hingga malaikat memanggilnya saat ia salat di mihrab:
"Hai Zakaria, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (memperoleh) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan dia." (QS. Maryam: 7)
Zakaria kaget dengan berita ini, bagaimana ia dapat memiliki seorang anak. Karena saking gembiranya Zakaria sangat terguncang dan dengan penuh keheranan ia bertanya:
"Ya Tuhanku, bagaimana akan ada anak bagiku, padahal istriku adalah seorang yang mandul dan aku (sendiri) sesungguhnya sudah mencapai umur yang sangat tua." (QS. Maryam: 8)
Ia heran bagaimana ia dapat melahirkan sementara ia sudah tua dan istrinya pun wanita yang mandul:
"Tuhan berfirman: 'Demikianlah.' Tuhan berfirman: 'Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan sesungguhnya telah Aku ciptakan kamu sebelum itu, padahal kamu (di waktu itu) belum ada sama sekali." (QS. Maryam; 9)
Para malaikat memberitahunya bahwa ini terjadi karena kehendak Allah SWT dan kehendak-Nya pasti terlaksana. Tidak ada sesuatu pun yang sulit bagi Allah SWT. Segala sesuatu yang diinginkan di alam wujud ini pasti terjadi. Allah SWT telah menciptakan Zakaria sebelumnya dan beliau pun sebelumnya tidak pernah ada. Segala sesuatu diciptakan Allah SWT hanya dengan kehendak-Nya:
"Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah herkata kepadanya: 'Jadilah!', maka jadilah ia. " (QS. Yasin: 82)
Hati Nabi Zakaria dipenuhi rasa syukur kepada Allah SWT dan ia pun memuji-Nya. Lalu ia meminta kepada Allah SWT agar memberinya tanda-tanda:
"Zakaria berkata: Ya Tuhanku, berilah suatu tanda.' Tuhan berfirman: 'Tanda bagimu adalah bahwa kamu tidak dapat bercakap-cakap dengan manusia selama tiga malam, padahal kamu sehat.' Maka ia keluar dari mihrab menuju kaumnya, lalu ia memberi isyarat kepada mereka; hendaklah kamu bertasbih di waktu pagi dan petang." (QS. Maryam: 10-11)
Allah SWT memberitahunya bahwa akan terjadi tiga hari di mana di dalamnya ia tidak mampu berbicara, padahal saat itu ia sehat-sehat saja tidak sakit. Jika hal ini terjadi padanya, maka hendaklah ia yakin bahwa istrinya hamil dan bahwa mukjizat Allah SWT benar-benar terwujud. Kemudian hendaklah saat itu ia berbicara kepada manusia melalui isyarat dan banyak bertasbih kepada Allah SWT di waktu pagi dan sore.
Zakaria keluar pada suatu hari kepada manusia dan hatinya dipenuhi dengan syukur. Ia ingin berbicara dengan mereka namun ia mengetahui bahwa ia tidak mampu berbicara. Zakaria mengetahui bahwa mukjizat Allah SWT telah terwujud lalu ia mengisyaratkan kepada kaumnya agar mereka bertasbih kepada Allah SWT di waktu pagi dan sore. Ia pun selalu bertasbih kepada Allah SWT dalam hatinya. Zakaria merasakan kegembiraan yang sangat dalam. Malaikat memberitahunya tentang kelahiran seorang anak lelaki yang Allah SWT menamakannya Yahya. Untuk pertama kalinya kita di hadapan seorang anak yang ayahnya tidak memberikan nama kepadanya dan ibunya pun tidak memilihkan nama untuknya, tetapi Allah SWT-lah yang memberinya nama. Dengan kemuliaan yang agung ini, Allah SWT menyampaikan berita gembira kepada Zakaria bahwa anaknya Yahya akan membenarkan kalimat Allah SWT dan akan menjadi seorang yang mulia dan seorang Nabi dari orang-orang yang saleh.
Zakaria gemetar, karena saking gembiranya. Air matanya mulai berlinangan dan jenggotnya yang putih mulai basah. Ia shalat kepada Allah SWT sebagai tanda syukur atas pengkabulan doanya dan kelahiran Yahya.♦
lihatlah begitu mulianya Nabi Zakaria di sisi Allah yg selalu bersabar dan tidak pernah putus asa dalam berdoa. how about me ? you ? us ?
1 kunci yg selalu ku pegang di hati ku "jangan pernah lelah berdoa. janji Allah itu pasti, kalau bukan didunia, pasti di akhirat" :)
Love Allah Azza Wa jalla
Prophet Muhammad Sallallahu'alaihi Wa Salam
Husband
Parents
Brother
Sister
And All my friend who's remember me about Allah :)
Minggu, 27 Desember 2015
Senin, 21 Desember 2015
Kalau benar-benar Cinta Ikuti Jejak nya !
banyak sekali ketika kita browsing tentang sejarah asal muasal perayaan maulid nabi. tapi saya akan mengambil salah satu sumber saja dari https://www.islampos.com/berdasarkan-pendapat-ahli-sejarah-ini-awal-mula-perayaan-maulid-nabi-155751/
BULAN Rabiul Awwal merupakan bulan di mana nabi yang paling agung, nabi yang membawa risalah terakhir dilahirkan. Hampir sebagian umat Islam khususnya di Indonesia merayakan hari lahirnya sang pembawa cahaya, yang mengeluarkan umatnya dari zaman kegelapan hingga zaman terang benderang.
Kebanyakan umat Islam merayakannya sebagai ungkapan rasa syukur dan rasa cinta yang begitu besar kepada Nabi SAW. Namun, yang perlu kita ketahui pernahkah generasi awal merayakan maulid nabi. Yang sudah tentu kita tahu, bahwa generasi awal (salafussholeh) adalah generasi yang paling dekat dengan Nabi SAW. Dan mereka yang paling tahu apa yang diingikan Nabi SAW. Karena meraka selalu hidup berdampingan dengan nabi sepanjang hayatnya.
Oleh karena itu, kita dituntut untuk tahu sejarah awal mula dirayakannya maulid Nabi SAW. Karena sesuatu perkerjaan yang tidak didasarkan atas ilmu maka akan sia sia. Sebagaimana Rasullah bersabda:
“من عمل عملا ليس عليه أمرنا فهو رد”
“Barangsiapa yang melakukan suatu perbuatan yang tidak ada perintahnya dari kami, maka perbuatan tersebut tertolak,” (HR. Muslim).
Ada beberapa pendapat tentang asal mula maulid Nabi SAW. Pendapat pertama mengatakan bahwa Sholahuddin Al Ayubi yang pertama kali memulai perayaan maulid karena melihat kondisi muslimin pada waktu itu semakin jauh dengan sunah-sunah Rasullah SAW. Sedangkan para tentara salibis setiap saat siap untuk menyerang pasukan muslimin dalam sekali hantaman. Dan dengan ijtihad beliau mengadakan maulid Nabi SAW agar menumbuhkan sunah-sunah yang mulai memudar dari tubuh muslimin dan semangat juang dalam menegakkan kalimatullah.
Sedangkan pendapat kedua para ahli sejarah seperti Ibn Khallikan, Sibth Ibn al-Jauzi, Ibn Kathir, al-Hafizh al-Sakhawi, al-Hafizh al-Suyuthi dan lainnya telah bersepakat menyatakan bahwa orang yang pertama kali mengadakan peringatan maulid adalah Sultan al-Muzhaffar, bukan Shalahuddin al-Ayyubi.
Sebagaimana yang ditulis oleh ibn Khallikan dalam kitabnya Wafayat Al-A`yan menceritakan bahwa Al-Imam Al-Hafizh Ibn Dihyah datang dari Maroko menuju Syam dan seterusnya ke Irak. Ketika melintasi daerah Irbil pada tahun 604 Hijriah, beliau mendapati Sultan Al-Muzhaffar, raja Irbil tersebut sangat besar perhatiannya terhadap perayaan Maulid Nabi.
Imam Suyuthi dalam kitabnya Husn Al-Maqosid fi Amal Al-Maulid menerangkan bahwa orang yang pertama kali menyelenggarakan maulid Nabi adalah Sultan Al-Muzhaffar, penguasa dari negeri Irbil yang terkenal loyal dan berdedikasi tinggi. Mudzorofah pernah menghadiahkan sepuluh ribu dinar kepada Syekh Abu Al-Khatib Ibnu Dihyah yang telah berhasil menyusun sebuah buku riwayat hidup dan risalah Rasulullah dengan judul At-Tanwir fi Maulid Al-Basyir Al-Nazir.
Pada masa Abbasiyah, sekitar abad kedua belas masehi, perayaan maulid Nabi dilaksanakan secara resmi yang dibiayai dan difasilitasi oleh khalifah dengan mengundang penguasa lokal. Acara itu diisi dengan puji-pujian dan uraian maulid Nabi, serta dilangsungkan dengan pawai akbar mengelilingi kota diiringi pasukan berkuda dan angkatan bersenjata.
Sedangkan pendapat yang ketiga para ahli sejarah seperti Al Maqriziy serta mufti mesir Asy Syaikh Bakhit Al Muti’iy dan juga Asy Syaikh ‘Ali Mahfuzh mengatakan bahwa kelompok yang pertama kali mengadakan maulid Nabi SAW adalah Firqoh sesat Syiah Ubaidiyyun pada dinasti fatimiyah sebagaimana yang beliau tuliskan pada kitabnya Al Ibda’ fi Madhoril Ibtida’.
Dari beberapa pendapat kita dapat menyimpulkan bahwa perayaan maulid tidak dilaksanakan di masa Rasulullah dan sahabatnya. Tidak juga di masa tabi’in, tabi’ut tabi’in dan empat Imam Madzhab (Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’i dan Imam Ahmad), padahal mereka adalah orang-orang yang sangat cinta dan mengagungkan Nabinya. Dan sebaliknya bahwa perayaan maulid baru dimulai pada masa mamalik (kerajaan) sekitar abad ke-7 Hijriyah di saat firqoh-firqoh sesat subur berkembang di masa itu. Wallahu a’lam.
stop
pertanyaan : bagaimana jika kita dimintai sumbangan untuk maulid nabi ?
sebuah pertanyaan terlontar ketika saya hadir dalam majelis ilmu. berikut jawabannya :
Rasulullah Shallallahu' Alaihi Wa Salam bersabda "janganlah kalian berlebih-lebihan dalam memujiku sebagaimana orang Nasrani berlebih-lebihan dalam memuji Isa Bin Maryam. Aku tak lebih hanya seorang hamba, maka katakanlah (tentang Aku) 'Abdullah (Hamba Allah) dan Rasulnya." HR Bukhori
jadi bukan masalah besar uang nya jika hanya diminta sumbangan, tetapi ini bertentangan dengan akidah. umat terdahulu tidak pernah merayakan hari lahir Nabi Muhammad Shalallau'alaihi Wa Salam. jika ini perbuatan baik, maka para sahabat, para tabi'in, tabi'un tabi'in pasti sudah lebih dulu berlomba-lomba melaksanakannya. akan tetapi jika tidak ada contohnya, maka ini termasuk bid'ah. Menyumbang masjid utk acara bid'ah tdk boleh krn termasuk tolong menolong dlm kemungkaran. Adapun membantu masjid yg sifatnya umum maka tdk apa2, Rasul صلى الله عليه وسلم bersabda 'barangsiapa yg membangun masjid krn اَللّهُ سبحانه وتعالى maka اَللّهُ سبحانه وتعالى akan membangunkan baginya rumah di Surga. maka cara yg bijak untuk menghadapinya katakan lah "ini saya ada infaq utk pembangunan masjid saja. karna saya lebih menyukai pahala membangun masjid" kholas :)
sungguh banyak tradisi di indonesia ini yg menyerupai kaum kafir. contoh :
hari natal (hari lahir Isa bin Maryam) - maulid nabi (hari lahir nabi Muhammad)
hari kenaikan Isa Al Masih - Hari Isra Miraj (diangkatnya Nabi Muhammad ke langit ke 7)
tahun baru masehi - tahun baru hijriah
"Barangsiapa menyerupai suatu kaum maka ia termasuk bagian dari mereka”(HR Abu Dawud)
Kamis, 01 Oktober 2015
Seorang Ayah Harus Membuat Anak Perempuannya Jatuh Cinta Padanya
yap.. seorang ayah harus membuat anak perempuan jatuh cinta padanya itu sangat ngena banget dihati ku. kata kata yang dilontarkan oleh ummu fida, istri dari ustad abu rizal pemilik sekolah ponpes (lupa namanya) yang terletak di sukabumi. beberapa bulan yang lalu aku mengikuti pelatihan oleh beliau mengenai metode mendidik anak. dengan sangat cerdas beliau mendefinisikan berbagai hal tentang dunia anak. salah satunya bahwa anak berhak mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuanya.
kemudian salah seorang ustadzah bertanya pada beliau "bagaimana dengan saya, seorang single parent yang memiliki anak perempuan?"
beliau pun menjawab "seorang ayah harus membuat anaknya jatuh cinta padanya. karna jika tidak, ketika anak beranjak remaja dan dewasa, dia akan mencari kasih sayang dari laki laki diluar sana ....... (bla bla bla)"
dduuaarrr.. tak tahan membendung air mataku ketika mengingat bagaimana orang tua dulu mendidik anaknya. miris. bukan menyalahi tapi inilah hasilnya.
ketika anak kecil selalu dimahari dan dibentak akan terbentuk sikap keras kepala pada anak itu hingga ia dewasa.
ketika anak itu dipukul dan dicaci, akan tercipta suatu perlawanan/melawan hingga ia dewasa.
ketika anak sering dibohongi dengan hal2 kecil, anak akan tidak mudah mempercayainya lg dan menjadi pendusta juga kelak hingga ia dewasa.
Bagaimana anak akan belajar kejujuran dan memegang amanah kalau ia mengetahui orang tuanya berdusta?
“Hai orang-orang yang beriman mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan” (SurahAshShaff:2-3).
apakah kamu mengalaminya?
sungguh sangatlah penting mambangun karakter dan akhlak sejak dini pada anak.
duhai betapa indah manakala sang ayah mengumpulkan anak-anaknya untuk membacakan kepada mereka ayat-ayat al-Quran dengan sedikit keterangan, lalu memberikan hadiah-hadiah bagi yang bisa menghafalkannya.
Seorang anak yang masih kecil bisa juga menghafal surat al-Kahfi karena ayahnya selalu mengulang-ulang bacaan ayat tersebut setiap hari jumat. Demikian juga dengan mengajari anak dasar-dasar akidah Islam seperti yang termuat dalam hadits:
“Jagalah Allah, niscaya Allah menjagamu.” (HR. at-Tirmidzi)
Dan mengajari mereka adab (akhlak) serta doa-doa. Seperti doa makan, tidur, bersin, juga membiasakan salam dan minta izin.
Termasuk yang amat menarik dan berpengaruh besar terhadap anak adalah dengan menceritakan dan memperdengarkan kepada mereka kisah-kisah Islami.
Di antara kisah-kisah itu adalah kisah Nabi Nuh dan banjir topan, kisah Nabi Ibrahim yang menghancurkan berhala-berhala dan lain sebagainya. Juga kisah-kisah orang-orang shalih terdahulu. Seperti cerita para sahabat dan para tabiin.
Dengan kisah-kisah tersebut akan membangun karakter anak dan menanamkan akidah dalam diri anak tanpa ia sadari. Ketika ia mengetahui kisah-kisah para Nabi dengan baik, setidaknya ia akan tertanam dalam dirinya bahwa setiap dari kita membutuhkan perjuangan untuk mendapatkan sesuatu.
Rabu, 29 Juli 2015
Hidayah itu Umpama Cahaya Mentari
Hidayah itu umpama cahaya mentari
ia hanya akan menyapa jendela yang terbuka
maka Bukalah Jendela Hatimu agar hidayah Allah dapat menyapa mu
"Tok.. tok.. tok.. assalamualaikum"
"Walaikumsalam.. masyaAllah.. cantik2 sekali.. ahlan wa sahlan.."
Hari itu aku berasa kedatangan tamu dari kayangan. Bagaimana tidak, teman teman seperjuanganku dulu kini penampilannya berubah bak bidadari. mereka kini tengah mengenakan pakaian dan hijab sesuai syari. Alhamdulilah hati siapa yg tak senang memiliki sahabat sahabat yg telah berhijrah. Mulai dari baju gamisnya, jilbab yg menutupi dada, sampai sepatu ket nya yg tak pernah lepas. Hehe..
Lama tak berjumpa, satu persatu pertanyaan pun terlontar dari mulut mereka. Mulai dari meminta pendapat atas hiruk pikuk beban hidup, sampai bertanya tentang kewajiban seorang muslimah. Yah.. semoga dengan sedikit ilmu pengetahuanku bisa menambah wawasan kalian dan semoga saran2 dari ku bisa kalian jalankan dengan sabar dan ikhlas. terimakasih sudah mau berkunjung kerumah ku dan sudah berkorban keliling2 nyari alamat rumah ku yang njelimet di saat teriknya sinar matahari sedang memuncak. Jazzakumullah khoiran katsiran
"Hai nabi-nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbab (baju labuh dan longgar) yang demikian itu supaya mereka mudah dikenali. Lantaran itu mereka tidak diganggu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS: Al Ahzab : 59)
Alhamdulillah, kesadaran memakai jilbab telah mulai tumbuh di kebanyakan wanita muslimah. Memakai jilbab sudah bukan merupakan barang aneh atau terlarang. Namun, seiring dengan perkembangan zaman dan terbukanya era globalisasi, banyak sekali dari wanita muslim yang ingin berpakaian syar’i, mereka ingin memakai jilbab, tapi mereka juga ingin tampil modis dan cantik. Mereka memakai jilbab karena mengikuti trend atau agar terlihat “Islami”, terlihat lebih anggun dan cantik, atau hanya ikut-ikutan saja. Maka mereka pun lebih mementingkan faktor keindahannya, keanggunan dan gaya, tanpa memperdulikan sudah benar belum jilbab yang digunakan?
Tak pelak, kita dapatkan seorang wanita muslim mengenakan kerudung yang menutupi kepala dan rambutnya, namun berpakaian tipis dan transparan, atau ketat sehingga menampakkan lekuk tubuhnya. Contohnya, kepala dibalut kerudung/jilbab, tapi berbaju atau berkaos ketat, bercelana jeans atau legging yang mencetak lekuk tubuhnya.
Fenomena inilah yang mulai menjamur dan membingungkan kebanyakan orang awam, sebagian mereka berkomentar “MASIH MENDING PAKAI JILBAB GAUL DARIPADA GAK PAKE SAMA SEKALI!!” Yang lain berkomentar, “LHO, INI KAN MASIH DALAM TAHAP BELAJAR?!”, “YANG UDAH PAKE JILBAB DIKOMENTARIN TERUS, TAPI GIMANA SAMA WANITA YANG PAKE BIKINI? KOK GAK DIKOMENTARIN?” Dan komentar lainnya yang terkesan benar, tapi sejatinya sangat-sangat jauh dari kebenaran. Karena seorang muslim dituntut untuk menjalankan agama secara kaffah (total dan sempurna).
Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: (yang pertama adalah) Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan (yang kedua adalah) para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berpaling dari ketaatan dan mengajak lainnya untuk mengikuti mereka, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” [HR. Muslim, no. 2128]
dari Jabir bin 'Abdullah, ia berkisah "aku pernah menghadiri shala 'Ied bersama Rasulullah. Beliau mengerjakan shalat sebelum berkhutbah, tanpa adzan dan iqamat. Sesudah itu, beliau berdiri dengan bersandar kepada Bilal. Beliau berwasiat agar kaum muslimin bertakwa kepada Allah dan menaati-Nya. Beliau juga menasehati dan memberi peringatan kepada mereka. Kemudian, beliau berjalan hingga tiba dihadapan kaum wanita. Beliau menasehati dan memberi peringatan kepada mereka: 'bersedekahlah kalian, hai kaum wanita, karena sebagian besar dari kaum wanita akan menjadi kayu bakar bagi neraka jahanam'.
Sahabat.. jangan kau gadaikan prinsipmu hanya demi lembaran rupiah. karena auratmu adalah maruah. ladang rezeki masih melimpah, penolakan atas pakaian mu yang sesuai syariah adalah bagian dari cara Allah menguji niat istiqomah. keep istiqomah!
"Wahai anak cucu adam! Sesungguhnya Kami telah menyediakan pakaian untuk menutupi auratmu dan untuk perhiasan bagimu. Tetapi pakaian takwa, itulah yang lebih baik. Demikian sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka ingat." (QS. Al-A'raf[7]: 26)
"Ketika kita sudah berada di jalur menuju Allah, maka berlarilah. Jika itu sulit bagimu, maka berlari kecillah. Jika kamu lelah, berjalanlah. Dan jika itu pun tak bisa, merangkaklah. Namun jangan pernah berbalik arag atau berhenti" (imam Syafi'i)
Siapapun kita dimasa lalu... bukan berarti kita tidak berhak menjadi muslimah yang baik...
Sabtu, 25 Juli 2015
Bersabarlah di atas Sunnah sampai bertemu Rasulullah di telaga haudl
teman-teman..
lihatlah rumpu ilalang yang bergoyang.. seakan membisikan pengalaman..
seraya berkata..
hidupku tak lepas dari terpaan angin.. terkadang aku merunduk..
terkadang pula meliuk liuk..
namun itu tak membuatku tersungkur.. teman.. itulah kehidupan..
tak lepas dari aral yang melintang..
ujian dan cobaan silih berganti..
menyaring keimanan..
demikian Robb kita berfirman: alif laam miim.. apakah manusia akan dibiarkan berucap kami beriman sementara ia tidak diuji.. (al ankabut: 1)
teman.. tidakkah kita ingin setegar batu karang..
yang selalu diterjang ombak samudra..
namun ia tegar tak bergeming..
seakan senyum anggun menuai kesabaran.. teman.. sabar didunia amat indah..
walau pahit dan getir terasa..
tapi ia sementara dan tak lama..
sedangkan sabar dineraka tak lagi berguna.. dalam masa yang amat panjang..
satu harinya sama dengan lima puluh ribu tahun di dunia..
manakah kesabaran yang engkau pilih.. teman.. sabarlah diatas jalan Rabbmu.. sabarlah untuk menaati Nabimu..
sampai kita berjumpa denganNya..
Nabi bersabda "bersabarlah.. sampai berjumpa dengan ku di telaga haudl"
by ustadz Badru Salam, Lc
lihatlah rumpu ilalang yang bergoyang.. seakan membisikan pengalaman..
seraya berkata..
hidupku tak lepas dari terpaan angin.. terkadang aku merunduk..
terkadang pula meliuk liuk..
namun itu tak membuatku tersungkur.. teman.. itulah kehidupan..
tak lepas dari aral yang melintang..
ujian dan cobaan silih berganti..
menyaring keimanan..
demikian Robb kita berfirman: alif laam miim.. apakah manusia akan dibiarkan berucap kami beriman sementara ia tidak diuji.. (al ankabut: 1)
teman.. tidakkah kita ingin setegar batu karang..
yang selalu diterjang ombak samudra..
namun ia tegar tak bergeming..
seakan senyum anggun menuai kesabaran.. teman.. sabar didunia amat indah..
walau pahit dan getir terasa..
tapi ia sementara dan tak lama..
sedangkan sabar dineraka tak lagi berguna.. dalam masa yang amat panjang..
satu harinya sama dengan lima puluh ribu tahun di dunia..
manakah kesabaran yang engkau pilih.. teman.. sabarlah diatas jalan Rabbmu.. sabarlah untuk menaati Nabimu..
sampai kita berjumpa denganNya..
Nabi bersabda "bersabarlah.. sampai berjumpa dengan ku di telaga haudl"
by ustadz Badru Salam, Lc
Selasa, 21 Juli 2015
Taqabbalallahu Minna Wa Minkum
Gak terasa, lebaran tahun ini tanpa mas iwan (kakak pertama
yg paling sering pinjem duit sama adek-adeknya). Tp alhamdulillah tahun
ini sudah ada seseorang teman hidup ku. Mari buka lembaran baru,
lupakan yg lalu. tahun ini adalah tahun dimana aku belajar hidup
mandiri. mulai dari Masak.. nyuci.. beberes rumah.. menyiapkan smpai
menyambut zawjiy sepulang kerja. mulai dari yg gk bisa masak, smpe
pinter masak :D (setiap masak nelp mama dlu), mulai dr gk bisa nyuci ngucek, sampe beli mesin cuci..
Terimakasih mama.. sudah ngerawat kiki dari kecil sampai sebesar ini, dari yg mucil sampai berhijrah dan sudah mengajari kiki banyak hal yg tidak ternilai harganya. Maafin kiki atas kesalahan dan khilaf yang selama ini telah perbuat. Without you i'm nothing. for my brother n my sister.. terimakasih sudah bnyk peduli dan mendukung kiki dalam setiap langkahku, atas nasihat2 yg telah diberi. Maafkan kan aku atas kesalahanku yg telah lalu maupun yg akan datang.
"Hai orang-orang yg beriman, periharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu..." (At-Tahrim, 66 : 6)
zawjiy.. thank for being my imam for my prayers, be my qari and read the quran for me, be the one who leads me to Allah. untuk sahabat2 ku.. seperti yg Imam Syafi'i katakan "Jika engkau punya teman yg selalu membantumu dlm rangka ketaatan kepada Allah, maka peganglah erat erat dia, jangan pernah kau lepaskannya. Karna mencari teman baik itu susah, tetapi melepaskanny sangat mudah sekali"
Sahabatku luangkanlah waktu sejenak untuk membaca hadits yg mulia berikut ini....
Diriwayatkan bahwa :
Apabila penghuni Surga telah masuk ke dalam Surga, lalu mrk tidak menemukan Sahabat2 mrk yg selalu bersama mrk dahulu di dunia. Mrk bertanya tentang Sahabat mrk kepada Allah .. "Yaa Rabb... Kami tidak melihat Sahabat2 kami yang sewaktu di dunia shalat bersama kami, puasa bersama kami dan berjuang bersama kami...??"
Maka Allah berfirman:
"Pergilah ke neraka, lalu keluarkan Sahabat2mu yg di hatinya ada Iman walaupun hanya sebesar zarrah." (HR. Ibnul Mubarak dalam kitab "Az-Zuhd").
Al-Hasan Al-Bashri berkata: "Perbanyaklah Sahabat2 mu'minmu,krn mrk memiliki Syafa'at pd hari kiamat".
Ibnul Jauzi pernah berpesan kpd Sahabat2nya sambil menangis: "Jika kalian tidak menemukan aku nanti di Surga bersama kalian, maka tolonglah bertanya kepada Allah tentang aku: "Wahai Rabb Kami... Hamba Mu fulan, sewaktu di dunia selalu mengingatkan kami ttg ENGKAU.. Maka masukkanlah dia bersama kami di Surga- Mu"
Sahabatku fillah.. Mudah-mudahan dgn ini, aku telah Mengingatkanmu ttg Allah.. Agar aku dapat besertamu kelak di Syurga & Ridho-Nya.. Yaa Rabb... Aku Memohon kepada-Mu.. Karuniakanlah kepadaku Sahabat2 yg selalu mengajakku utk Tunduk Patuh & Taat Kepada Syariat-Mu.. Kekalkanlah persahabatan kami hingga kami bertemu di Akhirat dengan-Mu... Aamiin ya robbal alamin-
Wahai sahabatku.. Jika kalian tidak menemukan diriku di Syurga, sudilah kiranya sahabat sekalian memanggil namaku dan bertanya pada Allah ttg diriku, dan moga Allah ridha menyelamatkan diriku dan keluargaku dari siksa api neraka. Happy ied mubarak. Taqqaballahu Minna wa Minkum, syimana wa syiamikum
Terimakasih mama.. sudah ngerawat kiki dari kecil sampai sebesar ini, dari yg mucil sampai berhijrah dan sudah mengajari kiki banyak hal yg tidak ternilai harganya. Maafin kiki atas kesalahan dan khilaf yang selama ini telah perbuat. Without you i'm nothing. for my brother n my sister.. terimakasih sudah bnyk peduli dan mendukung kiki dalam setiap langkahku, atas nasihat2 yg telah diberi. Maafkan kan aku atas kesalahanku yg telah lalu maupun yg akan datang.
"Hai orang-orang yg beriman, periharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu..." (At-Tahrim, 66 : 6)
zawjiy.. thank for being my imam for my prayers, be my qari and read the quran for me, be the one who leads me to Allah. untuk sahabat2 ku.. seperti yg Imam Syafi'i katakan "Jika engkau punya teman yg selalu membantumu dlm rangka ketaatan kepada Allah, maka peganglah erat erat dia, jangan pernah kau lepaskannya. Karna mencari teman baik itu susah, tetapi melepaskanny sangat mudah sekali"
Sahabatku luangkanlah waktu sejenak untuk membaca hadits yg mulia berikut ini....
Diriwayatkan bahwa :
Apabila penghuni Surga telah masuk ke dalam Surga, lalu mrk tidak menemukan Sahabat2 mrk yg selalu bersama mrk dahulu di dunia. Mrk bertanya tentang Sahabat mrk kepada Allah .. "Yaa Rabb... Kami tidak melihat Sahabat2 kami yang sewaktu di dunia shalat bersama kami, puasa bersama kami dan berjuang bersama kami...??"
Maka Allah berfirman:
"Pergilah ke neraka, lalu keluarkan Sahabat2mu yg di hatinya ada Iman walaupun hanya sebesar zarrah." (HR. Ibnul Mubarak dalam kitab "Az-Zuhd").
Al-Hasan Al-Bashri berkata: "Perbanyaklah Sahabat2 mu'minmu,krn mrk memiliki Syafa'at pd hari kiamat".
Ibnul Jauzi pernah berpesan kpd Sahabat2nya sambil menangis: "Jika kalian tidak menemukan aku nanti di Surga bersama kalian, maka tolonglah bertanya kepada Allah tentang aku: "Wahai Rabb Kami... Hamba Mu fulan, sewaktu di dunia selalu mengingatkan kami ttg ENGKAU.. Maka masukkanlah dia bersama kami di Surga- Mu"
Sahabatku fillah.. Mudah-mudahan dgn ini, aku telah Mengingatkanmu ttg Allah.. Agar aku dapat besertamu kelak di Syurga & Ridho-Nya.. Yaa Rabb... Aku Memohon kepada-Mu.. Karuniakanlah kepadaku Sahabat2 yg selalu mengajakku utk Tunduk Patuh & Taat Kepada Syariat-Mu.. Kekalkanlah persahabatan kami hingga kami bertemu di Akhirat dengan-Mu... Aamiin ya robbal alamin-
Wahai sahabatku.. Jika kalian tidak menemukan diriku di Syurga, sudilah kiranya sahabat sekalian memanggil namaku dan bertanya pada Allah ttg diriku, dan moga Allah ridha menyelamatkan diriku dan keluargaku dari siksa api neraka. Happy ied mubarak. Taqqaballahu Minna wa Minkum, syimana wa syiamikum
Jumat, 13 Maret 2015
I don't celebrate b'day
1 sikap yang islami dalam menghadapi
hari ulang tahun adalah: tidak merayakannya, tidak mengadakan perayaan khusus,
biasa-biasa saja dan menghindari perayaan semacam itu. Mensyukuri nikamat Allah
berupa kesehatan, kehidupan, usia yang panjang, sepatutnya dilakukan setiap
saat bukan setiap tahun. Dan tidak perlu dilakukan dengan ritual atau acara
khusus. Allah maha mengetahui yang Nampak dan yang tersembunyi di dalam dada.
Demikian juga refleksi diri, mengoreksi apa yang kurang dan apa yang perlu
ditingkatkan dari diri kita selayaknya menjadi renungan harian setiap muslim,
bukan renungan tahunan. Islam sudah mempunyai Hari Raya, Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasalam bersabda, “setiap kaum memiliki Ied, dan Iedul Fitri adalah Ied
kita (kaum muslimin)” (HR. Bukhari-Muslim)
jika kita mengadakan hari perayaan
ulang tahun yang tidak termasuk dalam hari raya yang telah disebutkan, maka Ied
milik kaum manakah yang kita rayakan tersebut?
Yang pasti bukan milik kaum muslimin. Padahal Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasalam bersabda “orang yang meniru suatu kaum, ia seolah adalah bagian
dari kaum tersebut” (HR. Abu Dawud, dishahihkan oleh Ibnu Hibban)
By @hijiabsyarie
“Muda Foya-Foya Mati Masuk Surga”
Kesalahan-kesalahan anak Muda Masa Kini.
Yang diantaranya adalah:
1. Syahwat
2. Malas/menunggu hidayah datang
3. Menunda taubat
4. Mengikuti kebanyakan manusia,
meskipun buruk perbuatan mereka
Dunia jadi Tujuan, sedang akhirat jadi bahan gurauan!
Muda foya-foya, Mati masuk surga, apakah semudah itu?
Allah berfirman, “..maka apakah kamu mengira bahwa Kami
menciptakan kamu main2 (tanpa ada maksud) dan bahwa kamu tidak akan
dikembalikan kepada Kami?” [QS. Al-Mu’minun:115]
Mengutip perkataan ustadz, “seseorang bisa masuk surga memank
karena rahmat dari Allah subhanahu wa ta’aala. Salah satu dari rahmatNya adalah
berupa hidayah. Dan Hidayah didapat bukan dengan cara berdiam diri menunggu
kedatangan, melainkan dengan menjemputya dan mendalami ilmu syar’i.”
Dan pesan beliau hafidzahullah mengutip hadist: “hendaknya
anak muda menyipan dunia digenggaman tangan saja dan jangan sampai tersimpan di
hati”
“periharalah Islam di waktu sehat dan selamat-mu, supaya kamu
mati dalam keadaan Islam. Karena sesungguhnya orang yang mulia itu melaksanakan
kebiasaan dengan kemuliannya itu. Sesungguhnya barang siapa hidup di atas
sesuatu, maka ia akan mati diatas sesuatu itu; dan barang siapa mati di atas
sesuatu, maka ia akan dibangkitkan di atas sesuatu itu.”
Allah berfirman, “hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah
kepada Allah sebenar-benar taqwa kepada-Nya; dan jangan sekali-kali kamu mati
melainkan dalam keadaan ber-Agama Islam.” [QS. Ali Imran:120]
Semoga kita termasuk orang-orang yang bisa menggunakan masa
muda karena Allah, sehingga dapat menjawab dengan baik ketika Allah meminta
pertanggung-jawaban atas masa muda kita.
Karena salah satu dari tujuh golongan yang dinaungi Allah di
hari kiamat yang tiada tempat berteduh selain kepada-Nya adalah: pemuda yang
tumbuh dengan ibadah kepada Allah (selalu beribadah) [HR. Bukhari]
Oleh: Ustadz Nurul Dzikri, Lc. By @kajianislam
Kamis, 12 Maret 2015
Disitu Sering Saya Merasa Sedih
ketika mata ini lebih sering tergunakan untuk
melihat yang haram daripada merenung-mentafakkuri kebesaran-Nya. Disitu, sering
saya merasa sedih.
Ketika telinga ini lebih banyak mendengar musik
dari pada lantunan ayat Al-Quran, ghibah daripada sirah, dan curhatan gadis
daripada hadist. Disitu, sering saya merasa sedih.
Ketika mulut ini lebih banyak
berkata tak baik daripada yang baik, lebih sering memvonis-fitnah daripada
ceramah-dakwah. Disitu, sering saya merasa sedih.
Ketika tangan ini lebih lincah
melakukan maksiat, tetapi teramat kaku dalam memerangi kezhaliman. Disitu,
sering saya merasa sedih.
Ketika kaki ini lebih cepat
melangkah ketempat hiburan, tetapi lambat bahkan berat saat dilangkahkan menuju
Masjid untuk shalat. Disitu, sering saya merasa sedih.
ketika hati ini lebih sering
bernagan-angan tentang kemegahan dunia, daripada bersyukur atas apa yang telah
ada. Disitu, sering saya merasa sedih.
Ketika persangkaan orang lain
terhadap diri ini terlampaui baik daripada siapa diri ini sebenarnya. Disitu,
sering saya merasa sedih
Ketika hati ini merasa besar saat
dipuji orang lain, ujub dan berbangga diri; terlupa bahwasanya semua adalah
kehendak Allah. Disitu, sering saya merasa sedih.
Ketika mengaku ummat Nabi, mengaku
cinta Nabi, tetapi diri ini kepayahan dalam elaksanakan sunnahnya. Disitu,
sering saya merasa sedih.
Ketika berkata, “aku selalu berbaik
sangka kepada Allah” tetapi sering merasa tak terima saat kehendak-Nya tak
sesuai rencana. Disitu, sering saya merasa sedih.
Ketika suatu waktu, harta lebih
kupentingkan daripada Allah dan Rasul-Nya. Disitu, sering saya merasa sedih.
Ketika teringat, bahwa banyak
nikmat-Nya ku dustakan, daripada aku syukuri. Disitu, sering saya merasa sedih.
#kajianislam #nasihat #nikmat #syukur
#DiSituKadangSayaMerasaSedih By @hijabsyarie
Langganan:
Komentar (Atom)









